Bahan: Kulit pelepah enau. Tali yang dibuat dari kulit kayu. Bentuk: Pipih dan ada lubang yang berbentuk garpu tala ditengahnya. Ukurannya, panjang ± 15 cm, lebar ± 2 cm. Warna : Coklat seperti warna pelepah enau yang kering.
Cara pembuatan: Memilih bahannya, yakni pelepah enau yang bagus, dan tumbuhan sebangsa nenas (teruntu bahasa Kaili) untuk baha pembuat talinya. Pelepah enau yang telah dip..... | Komentar:0 | View:9746 | Lebih detail|
Bahan: Bulu tuli dan rotan
Bentuk: Berbentuk jepitan atau garpu tala sama seperti Paree.
Warna: Coklat kekuning-kuningan (sama dengan warna bulu yang sudah tua).
Cara pembuatan: Untuk membuat alat kesenian ini diperlukan buluh Tui yang tua lurus dan kualitet yang baik. Satu buah alat kesenian hanya diperlukan satu ruas saja. Bahan lain untuk pembuatan alat ini seutas rotan yang telah diraut. ..... | Komentar:0 | View:9697 | Lebih detail|
Bahan: Bambu, kayu dan rotan. Bentuk: Bulat panjang. Warna: Sama seperti bambu yang kering (kekuning-kuningan). Tidak diketahui secara pasti, mengapa alat ini disebut tadilo, karena beberapa warga tidak mampu menjelaskan apa sebab alat itu disebut tadilo. Yang jelas mereka mampu membuatnya dan dapat memainkannya.
Cara pembuatan: Sebelum membuat alat ini, terlebih dahulu memilih bahan bambu (vo..... | Komentar:0 | View:9683 | Lebih detail|
Bahan: Bambu kayu dan rotan. Bentuk: Bulat panjang (bentuk bambu). Warna: Sama dengan warna bambu yang kering.
Cara pembuatannya: Sebelum alat kesenian Santu ini dibuat terlebih dahulu memilih bambu yang berkualitas baik (Volo lau bahasa Kaili), dan batang yang tua lagi tebal. Bambu pilihan itu dipotong seruas-seruas dengan panjang ± 45 cm garis menengahnya ± 8 cm, dan buku-buku ruasnya pada ke..... | Komentar:0 | View:9645 | Lebih detail|
Alat Kesenian ini dinamakan puree, sebab bilamana dimainkan berbunyi re.... re..... re.
Bahannya: buluh tui dan rotan.
Bentuknya: Alat ini berbentuk seperti jepitan atau seperti garpu tala.
Warna: Kecoklat-coklatan, sesuai dengan warna bambu yang sudah kering.
Cara pembuatan
Sebelum dilaksanakan pembuatan alat ini terlebih dahulu diadakan pemilihan bahan, berupa buluh Tui yang telah tua,..... | Komentar:0 | View:9735 | Lebih detail|
Bahan: Kayu, kulit kambing, rotan. Bentuk: Seperti gambar (bulat panjang). Warna: Kayunya agak abu-abu, kulit kambing kekuning-kuningan. Kata marawasi sebenarnya sebenarnya berasal dari marwas seperti yang dikenal oleh banyak orang, tetapi bahasa orang di Tanah Kaili yang sifatnya vokalis maka nama alat marwas, disebut menjadi marwasi.
Nama alat gambusu ini diambil dari nama gambus yang dikenal secara umum. Karena bahasa di Tanah Kaili yang bersifat vokalis, maka pada akhir kata gambus ditambah dengan bunyi u, sehingga alat itu dinamakan gambusu. Gambusu = kata benda Gambusu = bermain gambus = kata kerja.
Bahan: Kayu nangka, kawat baja kecil atau tali nilon dan kulit kambing/ sapi yang kuning. Bentuk: Lihat foto. Warna : Kekun..... | Komentar:0 | View:9817 | Lebih detail|
Kritik dan saran mohon kirim ke info@infokom-sulteng.go.id.
Telpon: 0451-421811
Trimakasih atas kunjungan Anda.
Selamat datang di Situs Resmi Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sulawesi Tengah. Kritik dan saran, mohon kirim ke : info@infokom-sulteng.go.id www.infokom-sulteng.go.id (2004-2009) Telpon : 0451-421811
Total Kunjungan: 3159429